Kamis, 19 Mei 2016

TEORI OTAK KANAN VS OTAK KIRI HANYA MITOS?


Kuis-kuis untuk mengetes bagian dominan otak kanan atau kiri mungkin jumlahnya ada ratusan. Tapi, menurut ilmuwan teori otak kanan atau kiri hanya mitos besar.
Teori lama yang sudah beredar adalah apabila sisi otak kiri dominan, maka Anda lebih berpikir logis dan pintar dalam matematika serta bahasa. Berbeda dengan otak kanan yang lebih dominan, Anda biasanya lebih kreatif dan artistik.
Tapi seorang ilmuwan terkemuka dari University of Utah Jeffrey Anderson telah melakukan penelitian lebih dari seribu otak manusia. Ia membandingkan kerja otak dari sisi yang berbeda. Ia juga mengatakan kepada BBC Trending bahwa penelitiannya menegaskan teori otak kiri vs kanan sebenarnya mitos.
"Beberapa orang ada yang lebih metodologis, logis kognitif, dan lain-lainnya tanpa hambatan, gaya spontan. (Tapi), ini tidak ada hubungannya dengan perbedaan setiap tingkat fungsi dari [otak] kiri dan kanan,"kata Anderson kepada BBC seperti dilansir Refinery29.
Anderson bukanlah ilmuwan pertama yang menyebut teori otak kiri logika dan kanan kreatif sebagai teori palsu. Pada tahun 2013, seorang ilmuwan syaraf kognitif bermitra dengan seorang penulis menulis di sebuah artikel di majalah Time menyebutkan pembagian otak kanan, otak kiri tidak benar. Beberapa anggota lain dari komunitas ilmiah juga menunjukkan dikotomi tersebut tidak masuk akal.
Sebenarnya cerita otak kanan kiri bermula dari serangkaian operasi pada tahun 1960, 70-an, dan 80-an oleh dokter Roger W. Sperry, seorang pemenang Nobel neuroscientist di California Institute of Technology, dan neuroscientist kognitif terkenal Michael Gazzaniga.
Kedua pria menemukan kedua bagian dari otak seperti entitas independen, dengan gaya pengolahan yang kontras. Temuan ini diadaptasi untuk buku dan kuis.
Namun baru-baru ini, Gazzinga memperingatkan teori otak kanan dan otak kiri yang kita kenal tidak akurat. Dia mengatakan kepada Los Angeles Magazine, "Dinamika sederhana 'otak kiri melakukan hal ini, otak kanan melakukan itu' merupakan cara yang berlebihan."
(Sumber: liputan6.com)

Genetically Modified Organism (GMO)

Genetically modified organism adalah proses perubahan genetik dari suatu organisme dengan teknik rekayasa genetik. GMO memodifikasi berbagai jenis pangan dan bisa juga untuk penelitian ilmiah non pangan. GMO bisa juga disebut organisme hidup yang dimodifikasi (living modified organism). Tertuang di protokol cartagena mengenai keamanan hayati (biosafety), yang mengatur mengenai perdagangan internasional produk GMO. GMO adalah "setiap organisme hidup yang memiliki kombinasi bahan genetik baru yang diperoleh melalui penggunaan bioteknologi modern”.
GMO sendiri adalah ilmu yang relative baru dikembangkan dan menciptakan gen baru dari tanaman, hewan, bakteri dan gen virus yang tidak terjadi di alam atau melalui metode persilangan tradisional. Hasil modifikasi genetika ini biasa dilakukan di laboratorium sebelum diproduksi secara masal. Tujuan dari Rekayasa ini adalah untuk menciptakan kegiatan pertanian yang berkelanjutan, memberikan hasil yang lebih tinggi untuk memberi makan populasi tumbuh di dunia, mengurangi penggunaan pestisida, membantu memenuhi tantangan perubahan iklim, memberikan makanan yang lebih bergizi, dan membuat pertanian lebih mudah dan lebih menguntungkan.
Penelitian pada manusia menunjukkan bagaimana rekayasa genetika (GM) makanan dapat meninggalkan bahan bahan tertentu di dalam tubuh kita yang mungkin menyebabkan masalah jangka panjang. Gen yang dimasukkan ke kedelai GMO misalnya, dapat mentransfer ke dalam DNA bakteri yang hidup dalam diri kita, dan bahwa insektisida beracun yang dihasilkan oleh jagung GMO ditemukan dalam darah ibu hamil dan janin mereka yang belum lahir. masalah utama dengan rekayasa genetika adalah bahwa proses memasukkan gen ke dalam DNA dari tanaman pangan adalah acak; ilmuwan tidak tahu di mana gen pergi. Hal ini dapat mengganggu fungsi gen lain dan membuat protein baru yang belum pernah ada dalam penyediaan makanan dan bisa membuat racun dan alergen dalam makanan.
Adapun pada prakteknya banyak ditemukan penggunaan GMO produk justru mengakibatkan dampak pencemaran lingkungan. Herbisida yang digunakan dapat membahayakan burung, serangga, amfibi, ekosistem laut, dan organisme tanah. Mereka mengurangi keanekaragaman hayati dan mencemari sumber air. Misalnya di Amerika serikat Tanaman GM mengakibatkan habitat kupu kupu monarch populasinya turun 50%.. Herbisida Roundup telah terbukti menyebabkan cacat lahir pada amfibi, kematian embrio dan gangguan endokrin, dan kerusakan organ pada hewan bahkan pada dosis yang sangat rendah. GM canola telah ditemukan tumbuh liar di North Dakota dan California, mengancam untuk mewariskan gen toleran herbisida pada gulma. Faktanya hampir semua produk pangan yang kita makan sehari-hari adalah produk GMO.Di Amerika Utara, lebih dari 80% dari makanan kita mengandung GMO.Bagaimana dengan di Indonesia? Bisa jadi GMO hadir saat sarapan, makan siang, dan makan malam. Bahkan buat ngemil dengan anak anak kita di rumah.
Referensi: Kompasiana

5 KUALITAS KESUKSESAN

LAGI-LAGI SOAL SUKSES
Sukses menjadi topik yang banyak dibicarakan manusia modern. Maka berbagai buku, seminar, training, workshop dibuat untuk membantu kita meraih suskes.
Dari berbagai buku, seminar, training, workshop dan pengalaman, kita simpulkan ada lima kualitas hebat yang menghantarkan siapapun pada kesuksesan. Lima kualitas tersebut yaitu:
1. Opportunity Maker (Pembuat Peluang) 2. Risk Taker (Pengambil Resiko) 3. Problem Lover (Pencinta Masalah) 4. Team Work Player (Pekerja Tim) 5. Competition Winner (Pemenang Kompetisi)
Baiklah, mari kita bahas satu per satu 5 macam kualitas sukses :
1. Opportunity Maker (Pembuat Peluang) Sukses diawali oleh peluang. Itu sebab mengapa peluang menjadi penting. Tak ada peluang, tak ada kesuksesan. Bila anda merasa tak punya peluang untuk sukses, maka anda benar. Anda tak bisa sukses.
Opportunity maker adalah kualitas anda yang bisa menciptakan peluang. Anda tidak menunggu peluang datang. Anda mencarinya. Anda bahkan menciptakannya. Maka kejelian melihat situasi dan kondisi, baik yang dekat maupun yang jauh, menjadi faktor penting. Apapun yang anda ketahui bisa menjadi peluang.
Orang baik adalah peluang. Demikian pula orang tidak baik. Situasi aman adalah peluang. Sama dengan dengan situasi bahaya. Kekayaan dan kemiskinan, keduanya adalah peluang. Orang Baduy yang tak menggunakan sepatu adalah peluang besar industri sepatu. Orang Jakarta yang telah bersepatu juga peluang besar industri sepatu. Maka bukan situasi dan kondisinya yang menentukan, tapi bagaimana anda melihat bagian dari situasi dan kondisi itu yang bisa dijadikan peluang bagi kemajuan anda.
2. Risk Taker (Pengambil Resiko)
Kualitas ini menjadi penting agar peluang yang telah ada benar-benar bisa dimanfaatkan dan memberikan keuntungan nyata bagi anda. Kenapa? Karena dibalik setiap peluang ada resiko. Maka hanya bagi anda yang siap menerima resiko lah yang layak mendapat keuntungan dari peluang tersebut.
Resiko adalah potensi terjadinya masalah, hambatan dan kegagalan. Anda bisa masuk ke Baduy untuk jualan sepatu. Peluangnya besar. Tapi resikonya pun besar. Anda harus mengedukasi orang Baduy untuk menggunakan sepatu. Hanya anda yang mau mendidik orang Baduy untuk menggunakan sepatu, yang layak atas peluang bisnis sepatu bagi orang Baduy yang tadinya tak menggunakan sepatu. Anda bisa juga jual sepatu di Jakarta. Maka anda harus siap bersaing dengan pebisnis lainnya. Hanya anda yang siap bersaing yang bisa jualan sepatu di Jakarta.
3. Problem Lover (Pencinta Masalah) Peluang sudah ada. Kesediaan dan kesiapan menanggung resiko telah OK. Maka ketika resiko itu telah benar-benar terjadi, anda harus menjadi pencinta masalah. Anda tidak menghindari masalah. Anda tidak sekedar menyelesaikan masalah. Anda mencintai masalah. Anda sadar bahwa masalah adalah pemungkin kesuksesan anda. Anda yakin atas satu hal: “My problem is so big, but it never big enough to stop me”. Maka anda selalu menjadi manusia yang lebih besar dari masalah yang anda hadapi. Masalah tidak membuat stress. Masalah justru membuat anda bersemangat luar biasa. Masalah tidak menakutkan bagi anda. Anda akan merasa tertantang untuk selalu menghadapi masalah yang membesar dari waktu ke waktu.
4. Team Work Player (Pekerja Tim) Anda manusia hebat. Bukan karena anda bisa mengerjakan semua hal. Tapi karena anda bisa bekerja sama dengan orang lain. Kualitas sebagai team work player sangat penting bila anda ingin sukses dalam waktu yang cepat. Masalah yang terjadi bisa diselesaikan lebih cepat karena diselesaikan secara tim. Anggota tim hanya menyelesaikan bagian masalah yang menjadi keahliannya.
Berjuang mencapai sukses sendirian sebuah pilihan tragis. Waktu yang dibutuhkan sangat lama. Dalam rentang waktu yang lama itu, begitu banyak tekanan, masalah, kesedihan, dan kegagalan yang menggoda untuk berhenti berusaha. Dan ketika sukses itu diraih, anda tak punya waktu lagi untuk menikmati kesuksesan yang anda perjuangkan itu. Tragis bukan?
Karenanya jadilah team work player. Jadilah hebat di satu atau beberapa bidang saja. Serahkan bidang-bidang lain pada orang-orang yang anda percayai dan memang hebat di bidang itu. Maka kemajuan pun diusahakan bersama. Anda pun bisa menikmati kesuksesan bersama-sama dengan teman-teman anda. Dan itu lebih nikmat dibanding menikmati sukses sendirian.
5. Competition Winner (Pemenang Kompetisi) Persaingan adalah keniscayaan. Anda senantiasa bersaing dalam meraih sukses. Maka hanya bagi anda yang siap bersaing lah yang layak meraih sukses. Bila anda tak bersedia bersaing, anda tak layak untuk sukses.
Dalam bersaing memang ada kemungkinan kalah bersaing. Itu resiko yang harus ditanggung. Dan karena anda seorang risk taker, maka resiko kalah akan bisa anda terima. Tapi meski kalah bersaing, anda telah menjadi pribadi yang hebat. Kalah setelah berkompetisi jauh lebih baik daripada tidak berkompetisi.
Jepang, Jerman dan Italia adalah negara-negara yang kalah dalam Perang Dunia II. Tapi mereka telah memutuskan untuk berperang. Keputusan itu menunjukkan tiga negara ini punya kualitas hebat. Maka sekarang, ketiga negara ini termasuk negara-negara maju. Jepang boleh kalah dalam perang senjata, tapi sekarang Jepang adalah pemenang perang ekonomi dan teknologi. Demikian pula dengan Jerman dan Italia.
Sekarang, tentu tidak kontekstual untuk berperang fisik dan senjata. Maka berkompetisilah dalam ekonomi, teknologi, budaya, sosial, dan politik. Yakinlah setelah anda berkompetisi, kualitas anda akan meningkat tajam. Baik anda menang atau kalah.

Selasa, 17 Mei 2016

THE CASH FLOW QUADRANT

THE CASH FLOW QUADRANT


Buku ini ditulis oleh Robert T. Kiyosaki,seorang keturunan Asia dan Amerika. Meskipun Robert tidak bergabung dalam bisnis jaringan tetapi ia mengakui keunggulan bisnis jaringan dengan mengamati langsung sahabatnya yang ikut bisnis jaringan meskipun telah mapan kehidupan finansialnya temannya bergabung bisnis jaringan karena ingin membantu orang lain yang kurang modal agar bisa sukses memiliki bisnis sendiri dan bisnis jaringan adalah solusinya.

Robert T kiyosaki merupakan penasehat keuangan Bill Gates ( pemilik Microsoft Corporation ), dimana 95% kekayaan Bill Gates dipergunakan untuk kegiatan-kegiatan sosial.

Buku ini merupakan dasar dari usaha kami, di mana kami menginginkan kebebasan finansial
dengan beralih dari kuadran kiri menuju kuadran kanan. Buku ini membahas mengenai kebebasan finansial.


Dalam buku tersebut kita harus mengetahui letak kuadran keadaan finansial kita. Cashflow Quadrant dipetakan menjadi E,SB, dan I.

E untuk employee (pegawai),
S untuk self-employed (pekerja lepas),
B untuk business owner (pemilik usaha),
I untuk investor (penanam modal).

“E” dan “S” yang mengandalkan gaji diletakkan di kuadran sisi kiri, sedangkan “B” dan “I” yang menerima pemasukan dan bisnis atau investasi diletakkan di sisi kanan.

Setiap orang setidaknya menempati satu dari keempat Cashflow Quadrant dan kebanyakan dari kita menempati posisi sebelah kiri sebagai employee atau self-employee.

The Cashflow Quadrant adalah tentang keempat jenis orang berbeda dalam dunia bisnis, tentang siapa diri mereka dan apa yang membuat individu di masing-masing kuadran unik.

Pembaca akan dibantu menentukan di mana posisi kita sekarang dalam kuadran, dan pembaca akan dibantu memetakan arah untuk mencapai posisi yang diinginkan di masa depan ketika memilih jalan sendiri untuk menuju kebebasan finansial.

Walaupun kebebasan finansial bisa ditemukan dalam keempat kuadran ini, namun keterampilan “B” atau “I” akan membantu mencapai target finansial dengan lebih cepat.

Dan seorang “E” yang berhasil seharusnya menjadi seorang “I” yang berhasil juga. Buku ini ditulis bagi mereka yang siap untuk pindah dari keamanan pekerjaan dan mulai mencari
kebebasan finansial mereka; membuat perubahan finansial dan profesional yang besar dalam hudup mereka; dan pindah dari Era Industri ke Era Informasi.

Setiap orang dapat sukses di kuadrannya masing-masing.

Perbedaan seorang E, S dan seorang B, I adalah :

Bahwa seorang E, S tidak dapat meninggalkan bisnisnya dalam waktu yang lama, sedangkan seorang B, I dapat meninggalkan bisnisnya dalam waktu yang relatif lama karena aset-lah yang bekerja untuknya.

CONTOH SEORANG ”E” 
Mari kita ambil contoh yang pada umumnya terjadi di masyarakat, yaitu seorang karyawan perusahaan. Apabila seorang karyawan perusahaan tidak dapat bekerja karena alasan sakit atau usia lanjut, maka seorang karyawan tadi tidak akan mendapatkan uang / gaji mereka yang berasal dari perusahaan

CONTOH SEORANG ”S” 
Mari kita ambil contoh seorang dokter. Apabila seorang dokter tidak praktek karena alasan kesehatan, usia lanjut, atau karena adanya bencana yang mengakibatkan seorang dokter tidak bisa membuka prekteknya, maka dokter tersebut tidak akan mendapatkan penghasilan.

CONTOH SEORANG ”B” 
Mari kita ambil contoh seorang pemilik waralaba ayam goreng Kentucky ( KFC ). Apabila pemilik waralaba tersebut ingin berlibur ke luar negeri selema satu bulan hingga beberapa tahun, maka bisnisnya akan tetap berjalan dan menghasilkan uang karena telah memilik sistem yang telah terbukti dapat berjalan dengan sistem yang ada dan karyawannya.

CONTOH SEORANG ”I” 
Mari kita ambil contoh seorang deposan. Sama seperti seorang ”B”, yaitu ketika seorang deposan ingin meninggalkan bisnisnya dalam waktu yang lama, maka bisnisnya tetap dapat berjalan karena aset-lah yang bekerja untukkya.

KUADRAN MANA YANG ANDA INGINKAN ? 

KUADRAN KIRI : 
SEMAKIN KAYA, SEMAKIN SIBUK 
DAN FINANSIAL ??? 

KUADRAN KANAN : 
SEMAKIN KAYA, SEMAKIN BEBAS WAKTU 
DAN BEBAS FINANSIAL 


APABILA ANDA INGIN BERPINDAH DARI KUADRAN KIRI KE KUADRAN KANAN, MAKA ANDA ADALAH ORANG YANG TEPAT UNTUK MEMBACA MATERI INI


INTERNATIONAL BUSINESS OPPORTUNITY
CP : 08122927942